Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Artikel Terbaru

1 2 3 4 5
Merry Christimas and happy new year ! Bagi yang ingin dibuatkan cerita silahkan komentar atau add fb saya

Senin, 12 Desember 2011

Gratis Satu juta backlink

Cara Menigkatkan Trafik Dan Pagerank Dengan Jutaan Pengunjung Gratis !!

Mungkin sebagian besar Blogger sudah tau apa manfaat dari backlink, ini adalah salah satu Optimasi SEO offpage. Semakin banyak BackLink ke web atau Blog kamu maka akan semakin baik pulalah web kamu dimata GOOGLE. Ujung-ujungnya, web mu akan dibanjiri pengunjung karena keywordmu berada dihalaman pertama Google ( jika kamu bisa memilih Keyword yang bagus). Selain itu, tentunya PAGERANK dari blogmu juga pastinya akan naik.

Mau tahu Cara cepat update PageRank di Google? Makanya jangan pernah menganggap remeh penyebaran produk dengan pemasaran sistem Multi Level Marketing? Dan dalam postingan kali ini saya mau mencoba mengajak kamu semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.

Caranya gampang kok, Yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu



  1. Moel’s Blog
  2. Mengembalikan Jati Diri Bangsa
  3. BAGOLLUM
  4. belajar seo
  5. Gratis Sejuta Backlink
  6. Everton Communtiy
  7. Catatan Everton
  8. ZonaProfit
  9. Blogging Is My Life
  10. Story

Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).
(Ulangi lagi bacanya jika kamu belum mengerti)


Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah :


Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125


Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.


Nah, silahkan copy paste artikel ini di halaman postinganmu, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.


PS: Jika kamu curang, maka orang lainpun akan berbuat curang. Dan kita tidak akan dapat backlik apa-apa. Jadi, kita berpikir positif dan sederhana saja.


Jangan Cuma dibaca. Cepat COPAS, dan LET’S DO IT
GET 1.000.000 FREE BACKLINK GO… GO… GO… !!!!


Perhatian, untuk menjaga sportifitas dan tidak merugikan orang lain, tolong lakukan sesuai persedur. Ajak teman-temanmu sebanyak banyaknya untuk membuat Backlink ini.
Salam BackLINK dan tetap damai…



Posted By ViKrY'X MadZ
Jangan Asal Copy Paste !!! baca aturannya Disini
Read More...

Minggu, 11 Desember 2011

5 cm per second

Epsode 3 : 5 Centimeters per second
Tahun 2008, Takaki, Akari, Dan Kanae Sudah Berpisah Satu Sama Lain. Takaki Menjadi Seorang Programmer Komputer Di Tokyo, Akari Sedang Mempersiapkan Diri Untuk Pernikahannya Dengan Lelaki Lain, Sedangkan Kanae Masih Menyukai Untuk Berselancar Sepertinya. Lalu Takaki Pun Masih Tetap Merindukan Akari, Walau Ia Sudah Mempunyai Seorang Pacar Bernama Mizuno Tapi  Hatinya Masih Untuk Akari.
Mizuno Dan Takaki Sudah Berpacaran Selama 3 Tahun. “Walau Kita Sudah Saling Mengirim 100 SMS Pun Hati Kita Tidak Akan Mendekat 1 Cm Pun.” Takaki Pun Mengalami Depresi Berat Dan Keluar Dari Pekerjaannya. Lalu Akari Pun Menemukan Surat tua Yang Tertuju Untuk Takaki Dulu. Mengingatkan Mereka Akan Janji Mereka Dulu Untuk Melihat Bunga Sakura Bersama-Sama Lagi. Walau Sudah Begitu Lama Berlalu, Mereka Masih Berharap Dapat Bertemu Lagi Dan Menyaksikan Bunga Sakura Bersama-Sama.
Epilognya, Mereka Berpapasan Di Tengah Jalur Kereta Api Di Tengah Bunga Sakura Berguguran. Lalu Mereka Menyadarinya Dan Langsung Saling Menengok Ke Belakang. Akan Tetapi Tiba-Tiba Kereta Api Menghalangi Pandangan Mereka. Takaki Pun Menunggu Kereta Tersebut Lewat. Namun Akari Sudah Menghilang Dari Pandangannya. Takaki Tidak Mengejar Akaki Melainkan Terus Berjalan Kembali.







 The End
Read More...

Cerita Lucu : Tengal Tengil dan ............... Bla bla bla

Kumpulan Status Lucu Facebook Keren dan Gokil. Anda seneng facebookan (fb) ??.. pastinya anda yang lagi baca ini tertarik dengan judul yang saya angkat yaitu Kumpulan Status Facebook Lucu Keren Gokil, Update status adalah hal yang sering dilakukan oleh para facebooker. Biasanya jika kita update facebook dan status itu banyak yang komentar dan menanggapi maka kita akan merasa senang.
status facebook keren, status lucu, status facebook lucu, status facebook unik, motivasi lucu, kumpulan status facebook keren, status keren di facebook, status keren, kumpulan status fb lucu, kumpulan status fb, kumpulan status facebook lucu, status fb keren, status facebook, kumpulan status keren, status keren facebook, status facebook lucu 2011, status facebook motivasi, kumpulan status fb keren, status keren untuk facebook, status lucu 2011
STATUS LUCU
Dengan melihat hal itu maka saya terinspirasi untuk memposting tentang Status Facebook Lucu ini, Status fb ini ada yang lucu dan ada juga yang gookil jadi silahkan lihat sendiri dibawah ini.

STATUS LUCU FACEBOOK

-Setinggi-tingginya burung bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga........
-Gara-gara nila setitik.....rusak susu sebelanga....!!!
Gara-gara Si nona cantik....Lupa aku pake celana....!!!
-Nyobain minum Soda api .... Biar mampus nih cacing di perut !!!!!
-tdi malam mimpi buruk..
masa muka gw jadi jelek???...
g wajar..
-rajin MANGKAL, kaya...
-Teori logis kenapa wanita lebih memilih kecantikan daripada kepintaran : karena jumlah cowo bodoh lebih banyak dari cowo buta
-sop buntut itu gak enak buntutnya karena musti bayar
-Cebok tanpa Air,, Tembok pun Jdi..
- Pelanggan Yth. Masa aktif hidup anda akan segera habis, saldo dosa anda sudah melewati batas. Segera isi ulang iman anda di rumah ibadah terdekat sebelum nyawa anda di blokir.
-Menu terbaru kami d RM.Suka Cita adalah
Anjing Bakar Lombok Tumis
-kalian tau gak??? aku waktu SD kelas 1 dapet Rangking 3 loh...!!! *bangga*
-“Pengangguran terjadi bukan karena sempitnya lapangan kerja, tapi karena sempitnya jiwa untuk bekerja dengan hati yang lapang”
-Gue mau coba makan alien.
Penasaran ama rasanya
-bingung di antara dua pilihan.......mau pilih granat pa gas elpiji 5kg yah...??
-“Jangan Menggunakan orang untuk membangun Pekerjaan Besar, Tapi Gunakanlah Pekerjaan itu untuk membangun orang-orang Besar”
Sumber : http://trojandecoder.blogspot.com/2011/08/kumpulan-status-facebook-lucu-keren.html
Read More...

5 cm per second Cosmonaut

Episode II :
Cosmonaut – Part I
(Cahaya di Angkasa)
Narator : Takaki

            

   Setelah lulus SMP, aku dan ibuku pindah menuju Kagoshima. Tempat ini cukup asing dari kota dan cuacanya berbeda dengan jepang bagian utara.aku mendaftar di Sebuah SMA swasta yang cukup baik. Hari hariku di sekolah biasa biasa saja, aku mengikuti program ekstrakulikuler yang aku sukai seperti memanah. Semua terasa biasa saja, walaupun ada terasa yang berbeda sekarang. Aku dan Akari tidak pernah saling surat menyurat lagi. Setiap kali aku memeriksa kotak Pos ku. Tak ada satupun surat darinya. Setiap hari saat ku pulang sekolah aku selalu memeriksa kotak Pos rumahku. Hari demi hari semakin tak ada kabar darinya.
                Sore itu aku pulang sekolah, aku pun tetap memeriksa kotak Pos, berharap ada sebuah Surat darinya. Aku sangat merindukannya hingga saat ini. Memori yang ada di otakku tak pernah melepaskan sosok Akari dari hidupku. Aku selalu menanyakan dalam hati “bagaimana keadaan akari sekarang”. Aku pun mencoba menulis sebuah surat lagi untuknya. Aku mencoba mencari alamat yang mungkin sekarang menjadi tempat tinggal Akari. Aku mencarinya di internet, tapi tak kutemukan satu alamat pun yang tepat.
                Aku pun mencoba mengetik sebuah pesan Di ponsel, mencoba mengirimnya SMS. Tapi setelah sebuah kata kata yang kutulis untuk Akari tak jadi ku kirim. Dan ku hapus segera. Sebuah kata kata yang sangat tak memungkinkan untuknya. Rasa lelahku pun membuatku tertidur. “Akari….dimana kau…”
                Dalam mimpiku, aku dan Akari ada disebuah bukit dekat Kagoshima, tempat tinggalku sekarang. Terlihat dari jauh sebuah kincir angin yang digerakan oleh angin angin yang berhembus tak tentu arah. Dan di langit , tampak sebuah cahaya Angkasa mengelilingi Langit.  Memberikan sinar warna yang tak tentu warnanya sehingga membuat langit itu begitu indah.  Sinar sinar kosmo itu membuat kita selalu memerhatikanya dengan seksama. Sebuah Arti yang tak mungkin bisa di ungkap. Apakah Tanda Dari cahaya Kosmo itu.
                Aku melihat Akari dari samping, menolehnya dan memerhatikannya sedang duduk manis dan tersenyum. Tak memerhatikanku tapi dia memerhatikan cahaya kosmo itu. Walaupun dia tahu kalau aku ada di sampingnya. Aku pun berdiri, dia pun berdiri. Tapi kami tetap tak saling memandang. Aku pun kembali melihat ke arah yang lain. Aku melihat seseorang yang sedang memerhatikanku dari arah yang lain. Seseorang yang selama ini selalu memerhatikanku tapi ku tak pernah memerhatikannya.
                Suasana dalam mimpiku saat itu membuatku tertidur lelap. Aku senang dapat bertemu dengan Akari sekali lagi walau pun itu hanya dalam mimpi dan Pikiranku. Sehingga membuatku tak ingin dari mimpi indah ini. Aku ingin sekali tetap dalam mimpi ini.

Cosmonaut – Part II
(Cahaya di Angkasa)


Narator : Sumida Akane
                Namaku Akane Sumida, umurku 16 tahun dan aku sudah duduk di bangku kelas 3 SMA. Aku tinggal di sebuah Tempat asing di jepang dengan musim Panas yang begitu panjang. Aku sekolah di sebuah sekolah swasta yang cukup sudah meraih prestasi. Dari dulu belum pernah merasakan yang namanya cinta. Sejak aku masih duduk di bangku SMP kelas 3. Semua rasa yang tak pernah kurasakan muncul saat seseorang yang tak pernah ada dalam pikiranku muncul.
                Aku ingin menceritakan bagaimana aku mencintai seseorang yang tak pernah ku ungkapkan cinta itu . walau pun nyaris saja aku bisa mengungkapkannya.  Saat itu aku masih di bangku SMA kelas 1. Hari hariku sangat kosong sekali. Aku hanya bisa memerhatikan kearah jendela memerhatikan lapangan sekolahku. Pagi yang cerah membuat semua orang orang bersemangat sekali untuk melakukan kegiatan mengajar . hingga saat itu, Guru kelasku dan kepala sekolah masuk kedalam kelas. Lalu mempersilahkan masuk seseorang. Aku melihatnya ke depan. Seorang laki laki bernama Takaki Tahona masuk ke dalam kelasku.
Aku melihatnya terus dan memandangnya hingga saat itu pandanganku dibalas olehnya. Itu membuat pipiku berubah menjadi merah merona. Aku merasa malu dan salah tingkah melihat seorang laki laki seperti dia. Sepertinya seorang pangeran telah muncul dihadapanku.  Wajahnya tak memperlihatkan kalau dia adalah orang yang bersikap dingin, tapi dia tidak terlalu sering bisa di ajak bicara.
Hingga menjelang Kelas 3 SMA, aku masih terpesona dengan Takaki. Mungkinkah aku jatuh cinta padanya? . Mungkinkah aku bisa mengungkapkan cintaku pada takaki? Walaupun saat itu aku sudah terlihat sangat manis sekali dengan rambut panjangku yang terurai rapi. Tak membuat Takaki memperhatikanku. Kekesalanku agak muncul sehingga aku memutuskan memotong rambutku. Tapi bagi teman teman ku yang lain, aku tetap terlihat manis dengan rambut pendekku yang sekarang.
Mungkin saja Takaki tak pernah Menyukaiku, mungkin bahkan tak pernah mencintaiku. Aku merasakan ada sesuatu yang mengganjalnya hingga dia tak pernah bergaul dengan teman teman perempuannya termaksud diriku. Walaupun begitu, aku masih merasa jatuh cinta hingga saat ini dengannya. Dari semua pria yang kukenal dikelas. Takaki mempunyai keelokan dan sifat yang tidak biasa. Membuatku penasaran dengannya.
Pagi sekali aku seperti biasanya, mulai berangkat sekolah. Kakakku menawarkanku agar bisa mengantarku kesekolah. Tapi aku tetap dengan niatku. Aku berangkat pagi pagi sekali menaiki sepeda Honda keluaran tahun 1997. Kakakku pun menyusulku dari belakang dengan Caravannya , karena arah ke pantai dan sekolahku sama, dan dia hendak berlatih seluncur air . pagi itu aku sangat semangat seperti sebelum sebelumnya. Pagi-pagiku selalu ceria setelah kehadiran Takaki.
Aku berangkat Pagi pagi sekali agar bisa memarkirkan motorku di tempat biasa Takaki memarkirkan motornya. Aku melepas helm ku dan dengan sedikit mengaca, aku merapihkan rambut pendekku yang masih berantakan. Aku pun  mulai berjalan kearah belakang lapangan sekolah. Dimana tempat latihan Ekskul memanah. inilah niatku datang pagi. Aku selalu ingin memerhatikannya saat dia sedang latihan memanah. aku bersembunyi dibalik pohon , memandangi dirinya .
“Tepat pada sasaran Takaki” salah seorang temannya memberikan selamat padanya. “terima kasih, itu hanya keberuntunganku saja. Kau juga tetap berlatih saja pasti bisa.” Dia selesai dari latihan memanahnya. Saat dia hendak membereskan Alat alat memanah, dia membalikan badannya dan melihat kearah pohon dimana aku bersembunyi.
“Akane, sudah datang pagi ya?”. Dia tahu aku dibalik pohon itu, aku menampakan diriku. Dan menjaga  tingkahku.  rambutku yang masih agak berantakan membuatku sangat malu sekali sehingga pipiku merah.
“uhh, um ia. Hari ini aku ada banyak tugas yang belum kuselesaikan dirumah jadi aku akan mengerjakannya sekarang.”.hal yang baru saja ku katakan membuatku malu . bukannya tingkahku yang menunjukan kesalahan tapi kata kataku yang membodohiku. Aku sangat malu dan gugup sekali berhadapan dengannya. Itu karena kami jarang sekali berbicara .
“itu tidak baik jika tugasmu bisa sampai belum selesai. Lebih kau masuk kelas dan menyelesaikannya sekarang”. Perintah darinya memang agak menyakitkan untukku tapi dilain hal, aku juga senang ternyata dia memerhatikanku, menyuruhku mengerjakan tugasku yang sebenarnya sudah kukerjakan dari awal. Kebohongan belaka yang ku buat membuatku tahu ada hal yang aku tidak tahu darinya. Dia peduli padaku.
Setelah pagi itu, selama pelajaran aku terus memikirkannya, kadang aku menoleh kearahnya. Dimana dia duduk di sampingku.  Aku tersenyum kecil dan pipiku mulai memerah lagi. Rasa gugupku memang membuatku tak berani mengatakan sesuatu padanya. Dan dari situ aku mulai mencoba keberanianku untuk dekat dengannya.
Siangnya kakakku menjemputku untuk selancar air di pantai, aku memberikan alasan khusus agar tak mengikuti latihan selancar dengan kakakku. Karena dilain rencana. Aku ingin mencoba mengajak Takaki pulang bersama . selama sore hari aku menunggu takaki yang masih mengikuti program ekstrakulikuler. Aku menunggu dibalik tembok luar kelas dekat parkiran motor. Aku menunggu hingga ia muncul.
Sambil menunggu aku merapihkan rambutku . seseorang pun berjalan dari arah Parkir motor. Takaki muncul. Lalu aku mulai menampakan diriku dari belakang.
“Belum pulang akane?”. dia menanyakan padaku. “belum, uhm aku baru saja selesai olahraga”. Aku mulai membohonginya lagi. “baiklah, kalau begitu kita pulang bersama saja, hari sudah semakin gelap.”. aku pun mulai pergi kearah motorku. Takaki menungguku menyalakan motorku. Dia pun sudah siap dengan motornya. tapi saat aku mencoba me-starter motorku, mesin motorku tak menyala. Bahkan pedal injak pun tak membuatnya menyala. Seharusnya aku memeriksa busi motorku sebelum berangkat sekolah.


Takaki pun menawarkanku Pulang dengan motornya. aku pun setuju. Sore itu aku dan Akaki pulang bersama. Hal jarang pernah kulakukan. Ini pertama kalinya aku pulang bersama takaki .aku tak memperdulikan motorku yang ku tinggal disekolah karena aku yakin motorku akan aman aman saja disana.kami pergi ke minimarket membeli minuman. Aku memerhatikan Takaki mengambil sekaleng Cokelat dingin. Dan aku lebih memilih membeli Jus jeruk dalam kemasan kesukaanku. Kami minum bersama di bangku mini market itu. Mulai saling berbicara walau awalnya sulit sekali untuk mengajak Takaki bicara. Setelah selesai Takaki mulai bersiap untuk mengantarku pulang.  Aku sampai dirumahku, kutawarkan Takaki agar mampir kerumahku. Dia menjawab dia tidak bisa karena dia akan mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok. Hal itu membuatku ingin mengerjakan tugas itu segera.
Akhirnya takaki pergi, tanpa mengucapkan apa apa padaku. Dia menjauh dan semakin jauh. Aku memerhatikannya dari depan rumahku. Wajah ku tak menunjukan rasa senang lagi, rasanya sedih sekali saat dia tak mengucapkan apa apa padaku. Anjing peliharaanku , Chiko menghampiriku dari dalam rumah. Dia menjemputku dan mengantarkanku kedalam. Aku masih beruntung mempunyai anjing peliharaan yang benar benar perhatian padaku.
Andai saja, Takaki seperti anjingku, peduli padaku…diriku akan sangat senang sekali
Keesokan harinya aku pun berangkat kesekolah dengan Semangat. Kakakku mengantarkanku ke Sekolah dan sekaligus membawa motorku yang rusak.  Kakakku menyuruh ku untuk latihan selancar sore ini, Karena bulan depan aku memang harus bersiap mengikuti lomba selancar air. Aku berjalan menuju kelas, merapihkan rambut pendekku, dan menunggu takaki masuk kelas.  Bagiku dia benar benar inspirasi bagiku.  Dan saat sore kemaren itu yang membuatku terasa lebih dekat dengannya. Wangi parfum yang dia gunakan benar benar menarikku sekali.
Sorenya kakakku menjemputku di sekolah dan segera menuju pantai. Jarak antara Rumah ku dengan pantai tidak terlalu jauh. Aku beruntung rumahku memiliki pantai yang sempurna dengan bukit bukit pasir yang tersusun alami. Membuat sebuah pemandangan yang cukup indah . Dan ombak ombak yang cukup besar untuk bermain selancar air. Teman temanku yang lain pun sudah menungguku. Aku bergegas mengganti pakaianku dengan baju renang. Batas antara garis kulit putihku dan kulitku yang aga gelap terlihat jelas. Tapi itulah jika aku memang sering dibawah matahari.
Sore itu aku bermain seluncur air. Tapi tetap saja aku terjatuh dari selancarku, ini tak biasa buatku. Terjatuh dan terjatuh karena aku tak bisa berkonsentrasi. Air asin yang menancap lidahku membuatku geli dan membuat mataku terasa perih. Sore itu aku tak bersemangat bermain seluncur air. Akhirnya aku kembali ke pantai dan mengganti bajuku.
Sore menunjukan pukul 6 sore. Kakaku mengantarku kebengkel untuk mengambil motorku yang sudah diservis. Aku melewati jalan biasa aku pulang sekolah. Dikejauhan tampak sebuah motor yang sedang diparkir dipinggir jalan. Aku pun berhenti dan memarkirkan motorku dibelakang motor itu. Aku tahu kalau itu motor Takaki, tapi aku bingung apa yang sedang dia lakukan malam malam di bukit sunyi seperti ini.
Aku berjalan menuju bukit yang semakin meninggi , tampak Takaki sedang duduk santai dan Seperti sedang memerhatikan sesuatu. Aku berjalan perlahan mendekatinya. Dia sedang menggenggam handphone nya, seperti sedang mengetik sesuatu di ponsel nya.
“Takaki, sedang apa malam malam begini sendiri? Belum pulang?”, aku mulai menyapanya.
“ouh..Akane, bagaimana kau bisa disini?” dia terkejut melihatku  dan segera menutup handphone nya.
“aku lewat sini dan aku melihat motor mu disini. Jadi aku kesini untuk memastikan kalau itu memang motormu.”. aku menjawab dengan nada biasa. “apa yang sedang kau lakukan disini?” aku memberanikan diri untuk bertanya.
“tidak, tidak sedang apa apa, aku hanya sedang bersantai saja…banyak pikiran hari ini, dan mungkin duduk di bukit ini akan menghilangkan beban pikiranku.” Mendengar kata itu membuatku sadar kalau saat itu banyak pikiran yang ada didalam benakku.
” biasanya, jika aku ingin melupakan pikiran ku, aku selalu melihat kearah langit. Melihat ke luar angkasa dimana masih banyak hal hal yang menakjubkan yang tak diketahui umat manusia. Rasanya pikiran beratku pudar begitu saja karena keindahan cahaya luar angkasa di luar sana .” aku mengeluarkan gagasan ku, agar dia melakukan hal yang biasa aku lakukan saat pikiranku tak tentu arah.
Dia melihat kearah langit itu. Memandang cahaya langit yang tampak oleh kedipan kedipan bintang yang bersinar. “kau tahu Akane, cahaya bintang itu benar benar indah sekali. Mereka terlihat dekat sekali walaupun sebenarnya jarak antar bintang bintang itu berbeda. Apakah…hal itu berlaku untuk manusia juga.?”.  aku pun mulai berfikir sejenak sambil memandang langit malam .
“ku rasa memang ia. Saat itu kau merasa jauh dari seseorang. Tapi sebenarnya seseorang itu sudah terasa dekat dengan kita.  Hal itu membuat kita sadar akan satu hal. Orang yang sudah terasa dekat dengan kita membuat hidup kita yang tadinya hampa menjadi semangat.”. aku mulai berbicara dengan semangat. Mengungkapkan sedikit hal tentang sesuatu yang membuatku semangat selama ini. Walau dia tidak tahu kalau dialah yang membuatku semangat selama ini. Tapi aku tetap menyembunyikan perasaan ini hingga waktunya tiba untuk bisa aku ungkapkan .
 dia menoleh padaku.  Tersenyum, dan lalu melihat lagi kearah langit itu. Malam itu , kami berdua saling berbagi hal dan pengalaman. Walaupun itu hanya singkat. Saat kami hendak pulang. Awan yang tadinya cerah berganti menjadi hujan deras. Kami pun pulang berhujan hujan . berjalan mengendarai motor kami perlahan lahan. Takaki menyuruhku agar jalan didepan. Agar jika ada apa apa dia bisa menolongku.
Kami pun tiba di persimpangan , dimana ada sekelompok orang yang sibuk , memblok jalanan. Sebuah truk melewati  jalur  vertikal. Dan ternyata di wilayah Kagoshima akan dijadikan tempat peluncuran Pesawat NASA. Satelit yang diimport oleh jepang. Kami melihat Roket yang di angkut oleh truk pengangkut. Memakan waktu 10 menit menunggu penyebrangan truk tersebut.
Setelah sampai dirumah. Anjingku menjemputku lagi. Dari luar pagar. Takaki melambai tangan padaku. Aku melambai tanganku kembali padanya. Aku tersenyum dan sangat senang malam itu.
Hujan masih Menurunkan air hujan yang sangat deras. Aku segera mengganti baju dan mencari kasur hangatku yang biasa ku gunakan saat tidur di lantai ranjang. Aku dan anjingku saling menyelimuti. Aku pun mengajaknya bercanda. Lalu aku mengatakan pada anjingku.
                “Kau tahu chiko, ada seorang pangeran yang kelak akan menjadi kekasihku. Dia baru saja mengatarku pulang kemaren. Kau tahu kan. Aku sangat senang jika bisa bersamanya. Hihi “(giggles).

Aku pun terus mengkhayal saat aku bisa bersama Takaki. Rasa khayalku menghilangkan rasa laparku. Ibu dan kakakku ku pun heran melihat tingkah anehku malam itu. Kari ayam yang sudah disediakan oleh kakakku pun jadi , tapi aku tetap tidak mau makan. Aku lebih suka tetap dalam khayalanku dengan Takaki. Melupakan rasa lapar ku. Kakakku menyajikan Kare hangat padaku. Hujan memang semakin deras dan udara semakin terasa dingin. Walaupun begitu, akhirnya aku segera menyantap Kare ayam ku.
Keesokan harinya aku sangat optimis sekali .aku berniat untuk mulai mengungkapkan perasaanku selama ini pada Takaki. Kali ini aku akan pulang Dengan Takaki lagi. Aku benar benar sudah berdandan rapih. Aku menjepit bagian rambut depanku. Agar terlihat manis saat didepannya. Dikelas aku hanya bisa melamun saja. Sehingga teman temanku bertanya ada apa dengan tingkahku hari ini. Aku menjawab kalau saat ini aku sedang dekat dengan Takaki. Semua teman temanku terkaget kaget dan mengiri iri padaku. Seperti 1 kelompok Fans berat nya. Aku senang sekali karena aku merasa menjadi perempuan pertama yang bisa dekat dengan Takaki. Jam demi  jam ku nanti hingga pukul 3 sore . aku tak sabar untuk mengungkapkan perasaanku padanya. Seperti ada sebuah BOM yang tak sabar untuk meledakkan dirinya.
Bel panjang berbunyi. Waktunya kelas bubar. Akhirnya waktuku tiba juga. Aku segera berlari kearah parkiran motor. Mengaca pada spion motorku untuk melihat apakah rambutku masih rapi. Lalu setelah itu aku bergegas bersembunyi di balik tembok luar kelas hingga Takaki muncul.
Meskipun setelah sejam dia belum muncul aku tetap sabar. Akhirnya dia muncul . Takaki mulai mengambil helmnya dan mulai menyalakan starter motornya. aku tak percaya Takaki tak sadar kalau aku ada di balik tembok. Dengan segera aku menampakan diriku dari balik tembok. Dia menoleh padaku dan mulai heran.
“Akane? kau belum pulang?”, pertanyaannya tak mendukung suasana yang ingin kurasakan. Tapi dengan sedikit improvisasi aku berbicara.
“aku, aku baru saja dari perpustakaan meminjam buku.”. kebohongan yang tak biasa. Aku rasa Takaki tahu kalau sebenarnya aku tak terlalu suka membaca. Tapi hanya alasan itu yang bisa kubuat agar dia tidak curiga.
“baiklah. Kau mau pulang bersama? Mungkin saja motormu tak bisa menyala lagi?”. Dengan segera aku tak menanggapi pendapatnya. Motorku baik baik saja. Akhirnya kami pulang bersama. Aku dan Takaki tak saling berbicara. Karena kami memang sedang mengendarai motor. Aku hanya mengikuti Takaki saja.

Kami berhenti di minimarket yang selalu aku dan takaki kunjungi. Kali ini takaki membeli sebuah kopi dingin yang dikemas . dan aku membeli sebuah jus jeruk berkemasan medium. Kali saja dia mau kutawari minuman kesukaanku. Setelah menyelesaikan minumanku, aku mulai membuat siasat. Sebenarnya saat kami memasuki minimarket. Aku mengganti busi ku yang masih baru dengan yang sudah rusak. Dan motorku benar benar tak bisa menyala lagi.
Takaki memeriksa keadaan motorku dan memang benar benar tidak bisa dinyalakan. Takaki pun akhirnya mengajak ku berjalan kaki saja. Dia tak menggunakan sepeda motornya dan meninggalkannya bersama motorku yang rusak itu. Dari situ aku mulai melakukan keberanianku. Aku mulai mencoba memanggilnya. . dengan nada pelan dan gugup aku memanggilnya.
“ta…ta.kaki..”
“ya? Apa?” responnya padaku terlalu singkat dan itu membuatku makin gugup dan meleburkan kepercayaan diriku.
 “aku..ingin mengatakan sesuatu ..”. aku menguatkan diriku lagi. Mencoba menyusun sebuah kata kata yang benar.
“ya? Katakan saja..ada apa?”. Dia menandangku dengan serius. Itu membuatku mengurungkan niatku untuk mengatakan perasaanku padanya.  Aku merundukan kepalaku. Dan semangatku mulai turun lagi. Sangat sulit untukku mengungkapkan perasaan ini pada seseorang yang tak mengerti perasaan kita.
Kami berjalan dengan sangat sunyi…Takaki berjalan agak cepat didepanku. Aku hanya bisa berjalan perlahan. Aku memandang sesekali pada Takaki yang tak mempedulikanku di belakang. Hatiku mulai robek. Aku mulai menghentikan langkahku. Air mataku mulai menetes. Tetes demi tetes air mataku mulai mengalir. Dia membalikan badannya dan bertanya , “akane..ada apa? kenapa kau menangis? . dia mulai membalikan badannya dan berjalan menuju kearahku.
“jangan….jangan pernah bertingkah peduli lagi dihadapanku .” Aku tak ragu mengatakan kata kata itu padanya.aku mengusapkan air mataku yang sudah tercerai menjadi butiran butiran air mata. Dia tak mengatakan sepatah kata apapun. Tiba tiba tanah bergetar. Kami melihat kearah barat. Dan ternyata Roket yang saat kami lihat sudah diluncurkan. Aku dan Takaki memperhatikannya bersama. Aku mengacuhkan perhatian itu pada roket. Tapi aku tetap memandang Takaki yang tak memperdulikanku. Kekecewaaanku sudah semakin besar. Rasa optimis dalam diriku hilang menjadi sebuah kekecewaan yang sangat besar.
Takaki mengantarkanku sampai rumah. Tak lupa anjingku menghampiri dan menjemputku lagi. Lalu Takaki mulai berjalan pergi kea rah rumahnya. Aku memperhatikan dia berjalan pulang kearah rumahnya. Dia tak mengatakan salam padaku . hanya lambaian tangan yang singkat saja yang kudapat darinya. Malam itu. Aku mengurungkan diri dalam kamarku. Aku menyelimuti diriku saat itu. Rasa sedih dan kecewaku bercampur aduk. Air mataku terus menetes butir demi butir. Aku hanya bisa membayangkan alangkah bodohnya aku bisa tak tahu kalau takaki takkan pernah mempunyai perasaan yang sama denganku.   Aku tak bisa menahannya, perasaanku benar benar kacau. Aku tak percaya aku akan menjadi sebodoh ini.  rasa sedih ini bukan hanya sekali saja.
Saat itu pengumuman kelulusan ,dan Takaki menjadi murid peraih beasiswa terbaik. Sedangkan aku hanya mendapatkan kelulusan yang biasa. Aku hanya mendapatkan prestasi memenangkan lomba selancar air. Aku menghampiri dia dan memberikan selamat atas prestasinya. Takaki mengucapkan terima kasih padaku. Bagiku itu sudah cukup karena takaki masih mau bicara denganku. Tapi saat itu takaki meraih tanganku. Dia mengatakan sesuatu yang takkan pernah ku duga.

“Akane…setelah kelulusan ini, aku akan kembali  ke Kyoto. Aku akan mengambil kuliah dan memulai hidup disana. Jadi ..ini salam perpisahan dariku untukmu. Aku harap kau bisa memegang kata katamu saat malam itu. Jadikan diriku menjadi semangat hidupmu. Janjilah padaku.”.
Air mataku keluar, tapi aku tak bisa mengatakan apa apa, perasaanku bercampur aduk. Takaki akan pergi pindah ke Kyoto. Tempat tinggal yang sangat jauh dari tempatku. Dan tak ku sangka bahwa selama ini takaki tahu bahwa aku yang menjadikan dia semangat hidupku. Dia tahu saat malam itu aku berbicara tentangnya. Dan dia tahu saat itu aku hendak mengatakan perasaanku padanya. Tapi hanya kebodohanku saja yang menjadi penghalang.
aku berdiri diam…memandang Takaki pergi dengan taxi. Saat itu aku sadar takaki ternyata akan berangkat segera setelah hari kelulusan. aku segera berlari mengambil motorku . takaki yang sedang naik taxi terus semakin cepat. Sedangkan aku tidak cukup mengejarnya.  Terus ku kejar taxi hingga sampai bandara.  Dia memasuki bandara, dan aku segera berlari kearah pintu bandara. Seorang petugas penjaga melarangku masuk. Aku tak tahu harus berbuat apa. takaki hendak meninggalkan tempat ini segera. Aku ingin mengatakan perasaanku langsung padanya. Tapi semua ini terlambat sekali.
Aku segera berlari kearah pagar penghalang. Dimana pesawat yang dinaiki oleh takaki akan berangkat. Setelah itu..aku hanya bisa memperhatikan pesawat yang mulai terbang …
“Tak ada yang bisa ku lakukan..selain berjanji padanya. Aku akan berjanji padanya bahwa aku tetap semangat hidup untuknya.
Selamat tinggal…Takaki..”


Epilog
Narrator : Takaki
                Mimpiku terus berlanjut. Kini seorang perempuan mendekatiku . dan Akari masih duduk manis disebelahku. Dan disebelah kananku Akane yang sedang memperhatikan Langit Angkasa.  Bintang bintang, Planet-planet yang tampak mulai memudar. Cahaya angkasa makin bersinar terang. Akari berdiri dan dia menoleh padaku.
                “Takaki..bangunlah dari mimpimu.. aku ingin kau menjalani harimu yang nyata dan bukan dalam mimpimu, seseorang telah menunggumu dan kau tak bisa membohongi rasa acuhmu padanya…”

- The End -
Episode II

Sumber : Anime 5 cm per second






Read More...

Sabtu, 10 Desember 2011

The choosen cherry blossom 5 cm per second

Episode I :
The Choosen Cherry Blossom
(Bunga Sakura pilihan yang Gugur)
Narator : Takaki
         


     Aku akan menceritakan mu sebuah kisah nyataku .sebuah kisah cintaku dengan seorang perempuan yang sudah aku kenal sejak lama. Cinta yang masih ku simpan sampai saat ini.Sosok Seorang perempuan yang tidak akan pernah hilang dari memoriku. Saat itu musim  gugur mulai berakhir dan akan berganti menjadi musim dingin. Daun daun rindang akan gugur dari dahannya dan akan tertiup oleh angin , sore yang cerah menerangi kota Kyoto tahun 1990.

Saat itu aku masih duduk di bangku SD kelas 2. Aku selalu pulang bersama seorang teman perempuan . Dia bernama Shinohara Akari. Kami sudah cukup lama saling kenal. Sejak kami berdua menjadi murid pindahan di sebuah sekolah dasar di Hoshii. 

Sore itu, kami berjalan melewati sebuah taman. Kami melewati sebuah pohon Sakura yang sudah cukup tua usianya. Akari pun menghentikan langkahnya dan aku pun begitu. Tiba tiba dia melihat kearah pohon itu, dan berkata “Kau tahu takaki?. Aku pun hanya bisa menanggapi nya dengan rasa penasaran. “hmm apa?”. Dengan wajah bingung aku memerhatikan perkataannya.
“ Bunga sakura yang jatuh perlahan beruguran berpencaran dari pohonnya hanya dengan kecepetan 5 cm per detiknya, Mungkin jika ada manusia yang saling berhubungan satu sama lain lalu lambat laun berpisah mengikuti jalan hidup masing masing bagaikan bunga sakura itu.”. kata kata itu membuatku semakin bingung. Pengetahuan akari yang masih duduk dikelas 2 SD membuatku kagum. Tapi aku tahu Sakura mempunyai arti bagi kehidupan antara 2 orang yang akan saling berpisah suatu saat nanti.
Tiba tiba Akari berlari dariku, berlari dengan tawa kecilnya. Aku pun mengejarnya ke arah persimpangan  jalan dan Rel kereta api. Portal penghalang rel kereta tiba tiba mulai menutup dan sebuah kereta lewat. Aku menunggu kereta itu lewat sampai  sosok Akari tampak diseberang.
Dengan wajah manis dan senyumannya dia menatapku sambil membuka payungnya, “Takaki !, aku ingin sekali melihat Bunga sakura yang gugur lagi bersamamu.”

Keakraban kami sangat baik sekali walau sebenarnya kita tidak saling mengenal satu sama lainnya. Aku akan menceritakan kisahku dengan dia saat masih duduk di kelas 2 SD. Akari sebenarnya adalah murid pindahan dari Yokohama sedangkan aku adalah murid pindahan dari Kota Hime. Aku sangat tidak menyukai olahraga saat itu sehingga membuatku tidak pernah mengikuti olahraga dan lebih menghabiskan waktu di perpustakaan.
Aku tak menyangka bahwa akari sama sepertiku, dia tidak menyukai olahraga sama sepertiku. Kami saling berpapasan di lemari yang sama dengan buku favorite yang sama tentang Biologi. Akhirnya kami  membahas pelajaran ini bersama dan membuat kami menjadi lebih akrab dari sebelumnya.
Arah pulang kami pun sama sehingga kami selalu pulang sekolah bersama. Melewati persimpangan tabayashi, mengunjungi Mc Donald saat makan siang, dan kadang kami bermain dengan kucing tetangga yang selalu muncul di taman. Saat makan siang akari membuat setumpuk kentang Goreng menjadi susunan sebuah makhluk Purbakala.
“Takaki lihat, ini fosil Seekor Cladoselache”, dia menunjukannya padaku. “itu apa?” kepolosanku membuat aku terlihat seperti tidak tahu apa apa.
“ini adalah ikan zaman purba, dia memiliki sirip yang tidak bisa digerakan”. Akari menjelasnya padaku. Pengetahuannya tentang semua itu karena dia sangat tertarik dengan hal prasejarah. Cukup heran untukku tapi itu membuatku sangat kagum lagi dengannya. Akhirnya kami pulang bersama, membicarakan hal yang menarik untuk dijadikan topik selama berjalan.
Akhirnya sebuah persimpangan tiga dimana kami berpisah, aku kearah kiri dan dia kearah kanan. Rumah kami tidak terlalu jauh , hanya beberapa blok saja. Kadang Akari selalu mampir kerumah untuk belajar bersamaku, dan setelah itu kami bermain keluar bersama. Memandangi pohon sakura itu sesekali.
“Indah sekali Pohon itu,” ucapnya. “kau tahu, Bunga Bunga sakura itu jika sudah gugur mirip sekali seperti hujan salju, hanya saja lebih lembut dan hangat”.Akari tersenyum manis lagi . kami berdua memandanginya dari bangku taman.  Hari berjalan cepat dan  semakin gelap, kami Pun pulang.
Semua hariku berubah ketika Akari menelfon ku kerumah ,Ketika itu Musim dingin sudah tiba, malam itu aku sedang mengerjakan tugas sekolahku, ibuku mengangkat telfon itu dan menyerahkannya padaku. Aku mengambil telfon genggam itu lalu menjawabnya. Di jauh sana, Akari terdengar sangat meragu. Aku menanyakan kabarnya dan ada keperluan apa dia menelfonku malam itu.
“takaki, kau tahu kan kalau orang tuaku masih melakukan pekerjaan pindahan?” dia berkata.
Aku menjawab , “ya tapi itu hanya ayah dan ibu mu saja kan?”,
“aku tahu, tapi…orang tua ku akan menitipkan aku pada bibiku di tochigi, jadi..aku akan pindah sekolah lagi”.
Aku mulai kaget dengan kabar dia beritahukan padaku, “tapi…”
“Takaki…aku minta maaf ..“ . dia mengucapkan kata maaf padaku tapi itu membuat sesuatu yang menganjal di hatiku. Hati ku terasa sakit malam itu mendengar Akari akan pindah. “Tidak…tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi.” Aku menutup telefonku , menangis malam itu, merundukan tubuhku.tapi aku tahu kalau diluar sana Akari juga menangis sedih, dia akan meninggalkanku. Akan terasa sunyi tanpa kehadirannya disekolah. Rasa Berat dan terpaksa membuat nya akan lebih sedih lagi jika dia tahu aku sedih.
Keesokan harinya , aku berangkat sekolah seperti biasa. Tapi. Hanya ada satu yang berbeda. Tak ada  Akari disampingku karena biasanya kami juga sering berangkat bersama. Setelah sampai, Aku melihat Akari dan ayahnya mengurus kepemindahannya. Aku ingin menyapanya tapi sangat rasanya berat bagiku. Akari menoleh kepadaku , dia menghampiriku . aku hanya bisa menundukan kepalaku. Tapi , Akari memegang pundakku, dia menyuruhku melihat wajahnya. “Takaki, tidak usah sedih. Aku senang bisa berteman denganmu. Walaupun kita berpisah seperti bunga sakura yang gugur, Tapi aku ingin pertemanan kita tidak berakhir sampai disini, Kita akan bertemu lagi suatu saat. ” Mendengar kata kata itu dari Akari membuatku semangat lagi, ucapannya membuatku akan terus mengingat dirinya. Di lobi sekolah. Aku pun akhirnya membuat salam perpisahan padanya. Aku memandangnya kearah pintu sekolah. Semakin jauh dan jauh akhirnya Pintu Sekolah tertutup dimana Akari keluar dari Pintu itu.
Aku sendiri lagi tanpanya…

7 tahun pun berlalu dan saat itu aku sudah duduk dikelas 3 SMP.  Sudah hampir menjelang ujian kelulusan, tapi aku tetap masih memikirkan Akari. Selama itu aku aku masih bisa mengingatnya. Kami pun sebenarnya menang selalu saling surat menyurat, walau jarak memisahkan kita, tapi aku masih bisa mengkontak Akari, bahkan Akari pun sudah memberikan nomor ponselnya padaku, tapi aku belum pernah menelfon atau mengirim pesan padanya, bagiku surat menyurat lebih menyenangkan karena aku masih bisa merasakan wangi tangannya saat dia memegang kertas itu.
Awalnya aku tidak tahu alamat tempat tinggal Akari , tapi saat itu sebuah surat masuk ke kotak Pos ku . Sebuah Surat dari Akari di Tahonaka. Surat pertama kali yang dia sampaikan padaku.
“Hi Takaki, lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu saat ini? maaf aku baru bisa memberikan kabar tempat tinggalku. Karena banyak tugas disekolah yang harus ku selesaikan. Tapi akhirnya aku punya waktu luang untuk menulis surat ini.
Hi apakah kau ingat? aku masih ingat musim dimana kita melewati Sebuah pohon sakura yang gugur. Saat itu awal musim dingin, kita berjalan bersama melewati persimpangan itu. Tapi, selain itu sebenarnya aku ingin mengingatmu, aku ingat saat dimana kau selalu disisiku. Kau selalu menjadi teman bermainku. Aku ingin mengingatmu selalu. Jadi…apakah kau masih ingat padaku, Takaki?”
Setelah membaca surat itu, aku berlari kedalam rumah, masuk kedalam kamarku, mencari selembar kertas dan langsung menjawab suratnya.  Aku memberi tahu keadaanku dan aku pun menanyakannya dengan penuh semangat. Aku benar benar tidak menyangka bahwa dia akan mengirimkan surat padaku. Aku pun  memberi tahu bahwa aku akan pindah ke Kagoshima, sangat jauh dari jarak Akari tinggal sekarang.
Kami pun saling surat menyurat hingga sebuah surat terakhir Akari sampai padaku. Aku dan Akari memiliki ide yang sama. Kami berencana Hendak bertemu sebelum kelulusan SMP dan sebelum aku dan ibuku pindah ke Kagoshima, sebelum jarakku dan Akari terpisah lebih jauh lagi.
Aku pun membaca surat itu

“ Dear Takaki, aku dengar kau akan pindah ke Kagoshima, itu Tempat yang cukup jauh dan Asing dari jarak rumahku. Karena sebentar lagi aku pun akan pindah lagi mengikuti Orang tuaku. Kami akan pindah ke Osaka. Bagaimana pun kita mungkin tidak akan bisa bertemu lagi. Jadi aku ingin kalau kita bisa bertemu di Stasiun Tochigi dimana Aku tinggal saat ini. Mungkin cukup jauh untukmu tapi mungkin dengan kereta kau pasti dapat sampai kesini. Aku sudah membuatkan mu peta agar bisa Sampai kesini.
Aku sangat Senang Jika kita dapat bertemu lagi. Bagaimana kalau kita bertemu untuk melihat Pohon Sakura? Disini ada Sebuah Pohon sakura besar yang sangat indah sekali. Tapi sudah Gugur. Tapi aku ingin menunjukan Sesuatu padamu. Jadi aku harap sekali lagi kita bisa bertemu.“
Aku sangat Senang Sekali melihat surat ini. Aku segera melihat tanggal dimana hari kemungkinan aku bisa bertemu dengannya. Akhirnya rencana kami untuk bertemu dimulai. Aku pun segera mencari Secarik Surat yang pernah Aku tulis untuk mengungkapkan sebuah Perasaan untuk Akari tapi tak sempat ku sampaikan. Jadi melalui pertemuan ini aku akan menyerahkan surat ini padanya.
September 1997, Saat itu sudah memasuki Musim Dingin. Sekolah pun pulang lebih awal. Hari itu aku merencanakan untuk segera berangkat ke sana. Aku pun sudah memberitahu Akari kalau hari itu aku akan berangkat menemui nya. Akari pun berkata dia akan menungguku Pukul  7 malam. Semangatku hari itu tinggi sekali. Pelajaran tambahan yang aku ikuti ternyata menghambat rencanaku untuk berangkat lebih awal pukul 2 siang.  Kelas selesai Pukul 3 sore, aku mulai membereskan tas ku dan sudah siap. Di luar tampak Salju yang mulai turun secara perlahan.
Aku menulis surat untuk ibuku di sebuah loker sepatu kalau aku hendak pergi menemui seseorang. Aku tahu kalau ibuku akan mengizinkan aku karena dia percaya padaku. Pukul 3 Sore pun aku mulai Pergi ke stasiun. Aku tidak perlu khawatir karena aku sudah terbiasa pergi dengan kereta .
Akhirnya kereta yang aku tunggu pun tiba. Aku menaiki kereta itu menuju arah utara.  Menuju arah Tohonaka. Dimana Akari Sedang menungguku. Kereta yang berjalan semakin melambat karena Hujan Salju mulai Deras. Akhirnya Kereta berhenti di stasiun pertama. Tapi tiba tiba dari macrophone mengumumkan kalau Kereta akan tertunda selama 15 menit. Aku segera menuju toilet untuk menyegarkan wajahku. Sesekali aku melihat arah jam. Jam menunjukan pukul 3.15 sore tapi awal tebal sudah  seperti menunjukan pukul 6 sore.
Selama perjalanan Aku hanya berfikir pada Akari. Bertemu dengan seorang perempuan yang sudah lama tak bertemu membuat hatiku bergetar. Karena aku pun belum pernah melihat lagi wajahnya yang manis. Mungkin dia akan semakin manis dan cantik. Tapi bukan itu yang ada dalam pikiranku. Aku hanya memikirkan bagaimana sikap yang harus ku perlihatkan saat bertemu dengannya.
Kereta mulai berangkat lagi. Aku tetap berdiri walaupun Bangku di dalam gerbong kosong. Aku tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Akari. Ketidak sabaranku membuatku tidak bisa tenang sekaligus Gugup. sesekali lagi aku melihat jam tanganku. Menunjukan pukul 4 sore. Aku berharap aku bisa tepat waktu sampai disana.
Kereta yang harusnya tidak berhenti di stasiun akhirnya berhenti karena ada penundaan rel jalur yang masih dilewati oleh sebuah kereta lain. Dan itu memakan waktu 40 menit untuk menunggu penundaan tersebut.  Akhirnya aku memutuskan untuk mengganti kereta yang aku naiki kearah jalur yang lebih jauh menuju stasiun tohonaka. Aku berharap dengan pindahnya kereta yang aku naiki membuatku lebih cepat sampai. Tapi disinilah hambatan-hambatanku mulai muncul.
Delay waktu berlangsung 15 menit dan kadang 30 menit. Satu per satu stasiun dikunjungi untuk menunggu penundaan jalur kereta yang tertutup tumpukan salju. Aku tetap menungu didalam kereta. Tanpa sadar aku lupa menutup tombol pintu kereta dan membuat seorang kakek disampingku kedinginan. Semua hal yang ada dipikiranku membuatku lupa akan hal di sekelilingku.
Akhirnya kereta mulai berangkat lagi. Dan jam sudah menunjukan Pukul 6.15 Sore. 45 menit lagi aku harus bisa sampai disana. Tapi dengan Penundaan waktu yang terus menerus memungkinkan ku datang telat. Belum setengah perjalanan menuju Tohonaka. Badai Salju diluar semakin kencang. Akhirnya aku sampai di stasiun Ona. Perjalanan Kereta tertunda selama 30 menit. Aku memutuskan untuk keluar dari kereta dan menunggunya.
Aku melihat di ujung kios beberapa orang sedang menikmati ramen nya. Ku urungkan niatku untuk membeli ramen karena waktu untuk makan tidak akan cukup dan aku juga tidak cukup uang untuk membelinya. Jadi aku memutuskan hanya membeli sekaleng cokelat yang hangat dari mesin minuman. Saat aku hendak menarik dompetku, Surat yang ku selipkan pun tertarik dan tertiup angin kencang. Surat yang ku tulis untuk Akari Hilang begitu saja. Aku menagis saat itu dan merundukan kepala. Kini aku tidak bisa member tahukan Perasaan sesungguhnya kepada Akari. Aku ingin sekali mencari surat itu, tapi akhirnya aku memutuskan untuk masuk kedalam kereta, Mengurungkan niatku yang hendak membeli sekaleng cokelat hangat.
Kereta mulai berangkat, Dan badai salju semakin ganas diluar sana. Aku duduk dan menyender kearah jendela. Memandang badai yang ada diluar sana membuatku terasa menggigil. Jam pun sudah menunjukan pukul 7 malam tepat. Aku terus memandangi jam tanganku. Aku harap perjalanan ini cepat sampai karena waktu berjalan sangat cepat sekali. Dan perjalanan ini terasa sangat lambat. Rasanya belum sampai setengah perjalanan menuju Tahonaka.

Aku rasa badai ini ingin menghambatku untuk bertemu Akari…

Kereta berhenti di stasiun demi stasiun dengan penundaan yang selalu terjadi. Perjalanan yang tertunda ini membuatku sudah telat dengan waktu yang disepakati kita berdua. Sudah pukul lewat jam 7 malam.  Dan ini masih baru setengah Perjalanan berlangsung. Semangatku untuk bertemu Akari menjadi rapuh. Aku pikir mungkin Akari tidak mungkin datang pada Cuaca buruk seperti ini . dan mungkin juga dia sudah pulang kerumah bibinya dengan rasa kecewa. Aku juga yakin kalau mungkin Akari sudah menunggku saat ini.  Menungguku dengan tidak sabar, memandangi orang orang yang lewat di stasiun itu. Berharap aku sudah datang. Sementara aku, masih terjebak dengan kereta dan badai sial ini.
Waktu pun berjalan sangat cepat. Jam sudah menunjukan pukul  10 malam. Kereta yang ku naiki melewati  stasiun ke dua sebelum tahonaka. Tapi badai salju yang masih berlangsung membuat perjalanan ini sangat lambat sekali. Kereta yang kunaiki berjalan sangat lambat. Memakan 30 menit agar bisa sampai ke stasiun selanjutnya. 1 Stasiun lagi agar sampai menuju tahonaka. Aku tahu ini sudah sangat terlambat. Mungkin Akari sudah pulang saat ini. Mungkin semangatnya untuk bertemu denganku menjadi kekecewaan yang besar.
Aku hanya bisa menunggu dan menunggu . Tiba tiba, Kereta yang sedang berjalan lambat ini berhenti. Aku ingin tahu apa yang terjadi tapi ternyata Sebuah tumpukan salju tebal sejauh 10 meter menghalangi jalur kereta. Akhirnya Macrophone memberitahu kalau kereta akan tertunda selama 1 jam. Mendengar hal itu hatiku mulai berdebar kecewa dan pasrah mengelilingi ku. Aku melepas jam tanganku dan meletakannya di samping jendela.
“Akari…jangan katakan padaku kalau kau masih menungguku.” Aku merundukan kepalaku dan hanya bisa menangis. Itulah yang hanya bisa lakukan, menangis dan pasrah. Membuatku sedikit lelah karena rasa lapar yang tertahan selama 7 jam.  Kereta mulai berjalan lagi setelah penundaan waktu selama 1 jam, dan waktu sudah menunjukan  pukul 11 malam.
Akhirnya aku sampai di stasiun Tahonaka. Suasana yang sangat sepi malam itu di stasiun. Tak ada seorang pun. Akhirnya aku mulai masuk kedalam stasiun. Saat aku masuk, tampak dari ujung  aku melihat seorang perempuan yang sedang duduk dan terlihat lelah sekali. Itu Akari, dia menungguku. Perempuan yang sudah lama tak pernah ku temui menantiku selama ini. Aku berjalan menujunya dan berdiri didepannya. Akari pun terbangun dari tidurnya, dia memandangku dengan wajah terkejut. Matanya yang masih mengantuk berubah mengeluarkan Air mata. Dia segera memegang tanganku dengan erat. Aku pikir mungkin dia akan marah padaku tapi..
“Takaki….aku merindukanmu…aku sangat merindukanmu..”
Dia mengucapkan itu padaku. Aku sangat merasa tidak enak sekali membuat dia menunggu selama ini tapi dalam hati aku juga memang merindukannya. Dia memelukku setelah itu. Rasa rindu kami benar benar membuat kita ingin selalu bersama.
 Akhirnya kami mulai berbincang bincang, dia mulai bercerita tentang masa lalunya di SD bersamaku. Bernostalgia bersamaku mungkin akan lebih baik untuk dijadikan topic bicara. Lalu akhirnya Akari membuka Bekal yang sudah dia sediakan dari rumah. Dia membawakanku bekal sebanyak itu agar bisa kita makan bersama. Akari menuangkan Teh hangat untukku dan menyajikan Susi dan nasi gulung yang sudah dingin.  Tapi untukku makanan akan terasa hangat jika kita makan dan bagi bersama karena itulah fungsi kebersamaan. Menghangatkan kita satu sama lain.
Lalu dia juga mulai menceritakan kalau dia akan pindah ke Osaka. Sangat jauh dari rumah yang akan ku tempati selanjutnya di Kagoshima. Mungkin ini akan menjadi pertemuanku yang terakhir dengan Akari karena dengan Jarak Sejauh itu tidak mungkin kita bisa saling bertemu satu sama lain lagi. Jarak tempat tinggal kami akan semakin jauh lagi seperti bunga sakura yang mulai berpencar tak mengenal arah dan Jarak.
Seorang petugas penjaga tiket kereta mengetuk kaca , mengisyaratkan pada kita kalau stasiun akan tutup sebentar lagi. Kami pun bergegas keluar dari stasiun dan mulai menuju tujuan kita . melihat Pohon Sakura bersama. Akari berlari sedikit kearah jalan mengisyaratkan ku agar aku mengikutinya. Aku dan Akari berjalan bersama. Disekeliling aku melihat ladang ladang yang luas tertutup salju. Dari situ tampak Sebuah Pohon Sakura Raksasa. Akari menunjukan Pohon itu padaku. Kami pun pergi kearah pohon itu, dan mulai mengelilinginya.
Kami pun berdiri dibawah pohon itu. Memandangi salju yang mirip seperti Bunga Bunga Sakura yang berguguran. Hanya lebih lembut dan dingin. “Indah Sekali ya kan Takaki, Salju ini seperti menggantikan Bunga bunga sakura yang gugur”. Ucapnya. Aku mulai memandang dirinya, Akari pun memandangku. Kami mengacuhkan perhatian kami pada salju salju itu. Saling menatap dan memandang. Salju dan Pohon sakura yang memandangi kita saat ini. Akari mendekatkan Mukanya padaku, menempelkan Bibirnya yang lembut pada bibirku. Ciuman pertama kita malam itu terjadi begitu saja.
Saat ciuman itu, Rasanya Semua Beban ku setelah melewati perjalanan yang melelahkan itu hilang begitu saja, dan tentang suratku untuk Akari yang sudah kuhilangkan tak ku pedulikan.  Aku merasakan Bibir Akari yang lembut itu untuk pertama kalinya, manis semanis madu yang masih terasa dan segar. Dan Aku pun merasakan kalau Akari lah Cintaku. Dari Ciuman itu aku sadar bahwa aku sudah benar benar mencintai Akari sepenuh Hati. Ciuman pertamaku dengannya akan mengubah segalanya. Aku berjanji  takkan memberikan ciuman ini pada semua wanita yang akan kutemui nanti.Tanda Ciuman ini adalah tanda cintaku. Perasaanku yang sudah terungkap kepadanya.
Dan Memori yang takkan bisa ku hapus dari Hidupku.
Cinta Sesungguhnya yang mungkin takkan terlupakan untukku.

Malam semakin Gelap dan awan menutupi bintang dan bulan. Kami pun mencari tempat untuk istirahat dan kami memasuki Gubuk tua yang masih bagus untuk ditempati. Akari mengizinkanku untuk tidur didekatnya. aku sudah berjanji  pada diriku, jika Akari mengizinkan ku tidur bersamanya, aku takkan melakukan apa apa padanya. Aku ingin Akari tetap baik baik saja setelah pertemuan kami ini, kami tidur saling menyelimuti diri . Akari menyender padaku. Dan dalam tidurku, aku sedang bermimpi yang akan ku ceritakan nanti di Cerita selanjutnya “Cosmonout”.
Pagi pun mulai menggantikan Malam yang dingin dan gelap. Burung burung berkicau lagi dan salju terlihat sangat putih sekali. Aku menuju Stasiun untuk pulang menuju Kyoto. Akari mengantarkanku ke Stasiun. Disitulah perpisahan ku dengannya, Saat aku masuk kedalam kereta, aku melihat Akari membuka resleting tasnya dan aku melihat ada sebuah surat yang hendak disampaikan padaku tapi dia urungkan kembali. Dia kembali menutup Tas itu. Sebelum aku bertanya, kereta pun mulai berangkat. Akari berteriak dari arah Kereta “Takaki !!...sampai jumpa lagi, aku akan merindukanmu  !!..”

Dia merundukan kepalanya, aku melihatnya sangat sedih. Aku pun membuka jendela kereta dan berteriak ke arahnya. “ AKARI…AKUJANJI..AKU AKAN MENELFON MU!! AKU AKAN MENGIRIMMU PESAN”. Akari melihatku sekali lagi dan tersenyum. Perpisahan kami tak begitu indah tapi aku yakin itu akan menjadi hal yang takkan pernah kulupakan. Dari tampak jauh…Akari yang masih disana makin jauh dan makin tak terlihat lagi.

Aku harap setelah hari ini, hidupku akan lebih semangat lagi walaupun aku takkan mungkin bertemu dengan Akari lagi. . .


THE END
 episode I

Sumber : Anime 5 cm per second
Read More...

Kamis, 17 November 2011

Cerita Lucu : Kolam Ajaib

di sebuah desa di kota nailla (samaran) konon ada kolam ajaib tiba tiba ada seorang kakek bertanya

Kakek : eh dek kolam ini ajaib yah
Pria     : kagak tau pak coba aja air nya bau pak saya ga berani nyoba
karena kakek ingin tau lalu dia dengan cepat bergegas ke kolam sambil berlari lalu loncat dan berteriak
Kakek : saya ingin jadi orang muda dan ganteng seperti justin bieber
Crinkkkk
Si kakek lalu menjadi muda kembali dan ganteng
Si pria lalu kaget lalu dia juga ingin seperti kakek itu lalu dia berteriak  sambil berlari
Pria : Saya ingin jadi orang terganteng di seluruh planet
crinkkk
si Pria lalu menjadi sangat tampan
Tiba tiba ada orang mengintip dan ingin menjadi ganteng
lalu dia berteriak sekencang kencang nya sambil berlari
Pria : Saya ingin Menjadiiii !!!!
lalu meloncat dan kesandung Batu
Pria : "Kucingggg....."
Pria : aduh  salah ngomong
Crinkkkkk

Keesokan harinya kucing itu pun ditangkap dan dipelihara oleh seseorang pengemis ....
Read More...

Rabu, 16 November 2011

Cerita Lucu : Penyakit aneh si Boman


Peristiwa di hari senin yang menyedihkan sekali bagi saya dan teman saya...
Lihat ceritanya :

Saya : Eh Man kenapalu
Boman : Gak apa apa...
2 menit kemudian
Prettt...
Teman dibelakang saya : aduh... bau kentut sapa nih... baunya kaya baju jengkol... elu ya
Saya : Tidak...
Saya : Eh man lu kentut yah
Boman : tidak
3 menit kemudian pada saat menyanyikan lagu
Boman : (lagi menyanyi)
Tiba tiba terdengar suara pret pret... prett.... pret.......
Semua orangpun mencium bau kentutnya dan
Semua orang kecuali saya : woe bau siapa nih
Saya : (bisik bisik ke boman) lu kan yang kentut ngaku aja
Boman : tidak
Saya : liat atuh kotoran mu udah keluar masi berani berbohong
Boman : (tiba tiba jongkok)
Nah kotoran kena semua pakaiannya
Saya : (Buhekk sampe pingin muntah saking ga nahannya saya dorong tuh boman menuju depan lapangan)
Saya : ini pak pelaku bom kentut di lapangan ini pak
Semua nya pun melihat dia dan pak guru pun menyeretnya ke toilet dengan langkah 1000 yaitu lari
Boman : (ekspresinya ingin nangis)
Semua orang pun ketawa ketawa dan saya juga terkena kotorannya saya pun diseret dengan guru juga wahhh nasib...
Saya : Hoekkkkkk... (nangis dengan baju isi muntah)

By : Yugitohimada.blogspot.com
Sumber Foto : http://images.google.com/imgres?imgurl=http://drdjebrut.files.wordpress.com/2010/01/kentut3.jpg&imgrefurl=http://drdjebrut.wordpress.com/tag/kentut/&usg=__efrcZ7UScwwJmyKMCgZ3Ts32CHU=&h=373&w=500&sz=20&hl=en&start=3&zoom=1&tbnid=Y_543VPMcUY4qM:&tbnh=97&tbnw=130&ei=Hb3DTuHUBs3irAfl2uH_Cw&prev=/images%3Fq%3DOrang%2Blagi%2Bkentut%26hl%3Den%26gl%3Did%26tbm%3Disch&itbs=1
Read More...

Merry Christimas, Jangan lupa berkunjung lagi

Shirt Story

Lyrics Can - Winter Story


ShoutMix chat widget

Populer Post

 

Behind This Blog

Foto Saya
Kira Angelic
saya bercita cita menjadi novelis
Lihat profil lengkapku

Reader Community

Peringatan

Note : bagi yang ingin copy paste cerita saya ( cerita pendekar dan cerita lucu buatan saya ) mohon diberi sumber cerita dari www,yugitohimada.blogspot.com